Konsep dasar kewirausahaan

  1. Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya inovatif (kreatif) dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumberdaya untuk menemukan peluang dan perbaikan hidup
  2. Inovasi adalah mengkreasikan dan mengimplementasikan sesuatu menjadi satu kombinasi baru (Schumpeter).  Baru bukan berarti original tetapi lebih ke newness (kebaruan) ]
  3. Inovasi radikal dilakukan dalam skala besar oleh para ahli di bidangnya, dikelola oleh Litbang, dan diterapkan dibidang manufaktur dan lembaga jasa keuangan
  4. Inovasi inkremental dilakukan dalam skala kecil oleh semua pihak, berdasarkan kemampuan untuk memberikan hasil yang sesuai untuk pengguna, diterapkan pada sektor administrasi, teknik, atau perdagangan retail
  5. Dimensi inovasi adalah kreativitas yaitu kemampuan untuk mengembangkan  ide baru yang terdiri dari 3 aspek yaitu keahilan, kemampuan berfikir fleksibel dan imajinatif, dan motivasi internal (Bryd & Bryman, 2003).
  6. Dimensi kedua adalah pengambilan resiko, yaitu kemampuan untuk mendorong ide baru,  menghadapi rintangan yang ada sehingga pengambilan resiko merupakan cara mewujudkan ide yang kreatif menjadi realitas (Bryd & Brown, 2003)
  7. Resiko adalah sesuatu yang buruk (tidak dinginkan), baik yang sudah diperhitungkan maupun tidak, yang merupakan akibat dari suatu tindakan atau suatu kegiatan. Resiko tinggi adalah keberhasilan lebih kecil dibandingkan dengan kegagalan (sering gagal) , resiko sedang adalah keberhasilan relatif lebih besar dibandingkan dengan kegagalan, dan resiko rendah adalah keberhasilan lebih besar dibandingkan dengan kegagal (sering berhasil)

Peluang bisnis

  1. Peluang dibentuk dari permintaan (demand) dan penawaran (supply), terdiri dari 4 macam tingkat peluang, yakni : (1) Peluang yang sudah dikenali (opportunity recognition), (2) Peluang yang belum dikenali dan perlu dicari (opportunity seeking), (3) Peluang yang sudah dikenali dan perlu diungkapkan (Opportunity discovery) dan (4) Peluang yang belum dikenali (Opportunity creating)
  2. Peluang bisnis perlu diambil dengan menciptakan ide (gagasan) yang diciptakan sesuai dengan kebutuhan, keinginan dan kesukaan masyarakat. juga sesuai dengan kegemaran (hobby) dan keahlian (pendidikan dan pengalaman) atau kombinasi keduanya.
  3. Untuk menemukan ide bisnis lakukan langkah-langkah sebagai berikut : (1) Kumpulkan sebanyak mungkin gagasan bisnis yang bisa didirikan dengan observasi di sekitar kampus, (2) Sempurnakan dengan melakukan observasi kepada keluarga atau teman yang menjalankan binis
  4. Ide yang terkumpul diseleksi dengan tahapan sebagai berikut : (1) Pilih 10 gagasan yang paling mungkin (possible), (2) Pilih 5 gagasan yang paling murah (low cost), (3) Ambil salah satu gagasan terbaik (the best) dari aspek organisasi, pemasaran, produksi dan keuangan

Tujuan bisnis

  1. Formulasi tujuan perlu dilakukan sebelum membuat rencana usaha secara rinci 
  2. Tujuan (goal) adalah sasaran (objective) yang diharapkan dan direncanakan untuk dicapai suatu bisnis
  3. Tujuan ditetapkan untuk memberikan arah dan panduan bagi manajer di semua tingkatan, membantu perusahaan mengalokasikan sumber daya dan membantu manager menilai kinerjanya
  4. Tujuan terdiri dari pernyataan misi ((Mission Statement), tujuan jangka panjang, menengah dan pendek.
  5. Pernyataan misi adalah suatu pernyataan bagaimana perusahaan akan mencapai maksudnya di lingkungan tempat menjalankan bisnis. Misi ditetapkan oleh Dewan Direksi.
  6. Tujuan jangka panjang umumnya lima tahun (sesuai periode jabatan seseorang). Tujuan ini ditetapkan oleh Dewan Direksi dan manajer puncak.
  7. Tujuan jangka menengah adalah satu tahun. Tujuan ini ditetapkan oleh manajer puncak dan menengah.
  8. Tujuan jangka pendek paling lama adalah satu tahun. Tujuan ini ditetapkan oleh manajer menengah dan lini pertama.
  9. Tujuan ditetapkan menggunakan pola SMART (Specific, Measurable, Achieveable, Realistic, Timebound)
  10. Specific (khusus) artinya tujuan yang ditetapkanharus fokus, jelas dan dirumuskan secara tertulis
  11. Measurable (dapat diukur) artinya terukur dengan suatu kriteria keberhasilan, baik kuantitatif ataupun kualitatif
  12. Achieveable (dapat dicapai), artinya dapat tercapai sesuai kemampuan atau ada seseorang yang pernah mencapainya, 
  13. Realistic (realistis), artinya sesuai degan keadaan, tidak terlalu mudah namun juga tidak terlalu sulit
  14. Timebound (batas waktu), artinya ada batasan waktu untuk mencapainya, baik jangka pendek, menengah ataupun panjang

Organisasi bisnis

  1. Organisasi sebagai wadah adalah tempat dimana kegiatan-kegiatan administrasi dan manajemen dilakukan
  2. Organisasi sebagai proses adalah bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk tujuan bersama dan terikat secara formal dalam persekutuan yang disebut sebagai pimpinan dan kelompok lain yang disebut sebagai bawahan
  3. Struktur organisasi disusun sesederhana mungkin dan sesuai dengan kebutuhan. Pola dasar organisasi relatif permanen dan perubahan struktur tidak prinsipil. Bagan organisasi dapat berbentuk lini, lini dan staf, fungsional atau matriks.
  4. Organisasi bisnis terdiri dari perusahaan perorangan, koperasi, persekutuan atau korporasi.
  5. Perusahaan Perorangan (Sole proprietory) Bisnis yang dimiliki dan biasanya dijalankan oleh satu orang yang bertanggung jawab atas semua hutang-hutangnya
  6. Koperasi (Cooperative) : Sekelompok usaha perorangan dan atau persekutuan sepakat untuk bekerjasama bagi kepentingan bersama
  7. Persekutuan Firma atau Perusahaan Kemitraan Umum (General Partnership) Semua mitra pengusaha mempunyai tanggung jawab tidak terbatas. Mitra pengusaha yang mengelola bisnis, menerima gaji, membagi laba/rugi dari bisnisnya dan mempunyai tanggungjawab tidak terbatas. Persekutuan Komanditer (CV) atau Perusahaan Kemitraan Terbatas (Limited Partnership) : Mempunyai beberapa mitra pengusaha dengan tanggung jawab terbatas. Mitra pengusaha memiliki tanggungjawab terbatas atas modal atau properti yang mereka kontribusikan kedalam perusahaan kemitraan.
  8. Korporasi Tertutup (Private Corporation) : Korporasi yang sahamnya dipegang hanya oleh beberapa orang dan tidak dapat dijual kepada masyarakat umum. Korporasi Publik ( Public Corporation) : Korporasi yang sahamnya secara luas dipegang dan dapat dijual kepada masyarakat umum
  9. Organisasi bisnis yang baik mempunyai ciri-ciri : (1) Tujuan organisasi harus jelas, biasanya tertulis, (2) Tujuan organisasi harus dipahami, apa yang diharapkan anggota dan organisasi sinkron, (3 Tujuan organisasi harus diterima, tujuan pribadi dan organisasi dapat dicapai bersamaan, (4) Adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab, wewenang lebih besar menyebabkan penyalah gunaan, tanggung jawab lebih besar menyebabkan kemacetan, (5) Adanya pembagian tugas, kelompok berkapasitas tinggi dan berprakarsa besar diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang yang lebih besar dan sebaliknya, (6) Adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab, wewenang lebih besar menyebabkan penyalah gunaan, tanggung jawab lebih besar menyebabkan kemacetan, (7) Adanya pembagian tugas, kelompok berkapasitas tinggi dan berprakarsa besar diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang yang lebih besar dan sebaliknya, (8) Adanya kesatuan arah, semua kegiatan, kemampuan, waktu, diarahkan untuk mencapai tujuan, (9) Adanya kesatuan perintah, setiap bawahan mempunyai seorang atasan langsung yang memerintah, membimbing, memberi pedoman dan tempat bertanggung jawab, (10) Adanya jaminan jabatan, pimpinan tidak sewenang-wenang memecat bawahan
    Balas jasa setimpal dengan jasa yang diberikan, sesuai sifat pekerjaan, menjamin tingkat hidup yang normal dan (11) Penempatan orang sesuai dengan keahliannya, the right man in the right place

Penyusunan staf

  1. Penyusunan staf berhubungan dengan penetapan orang-orang yang akan memangku jabatan yang ada dalam organisasi
  2. Penyusunan staf adalah menyusun tenaga kerja sedemikian rupa sehingga tersedia tenaga kerja dalam kuantitas dan kualitas yang dibutuhkan
  3. Melakukan analisis pekerjaan (Job analysis) yang menghasilkan : uraian pekerjaan (Job description) dan persyaratan jabatan (Job spesification)
  4. Uraian pekerjan memuat nama pekerjaan, unit kerja, ikhtisar jabatan, tugas rutin (harian), tugas berkala (periodik), hubungan jabatan, wewenang, tanggung jawab dan persyaratan jabatan
  5. Persyaratan jabatan merinci syarat yang diperlukan pemegang jabatan, umumnya berupa pendidikan dan pengalaman
  6. Melakukan analisis tenaga kerja (Work force analysis) untuk menentukan jumlah tenaga yang dibutuhkan dengan menghitung cyclical time, non cyclical time, fatigue time, personnal time, waktu kerja per hari, hari kerja per bulan dan prosentasi absensi per bulan
  7. Analisis tenaga kerja dimulai dengan menghitung total  waktu yang berhubungan  langsung dengan pekerjaan (Cyclical time), waktu yang tidak berhubungan langsung (Non cyclical time), waktu yang diperlukan untuk menghilangkan kelelahan (Fatigue time) dan waktu untuk keperluan pribadi (Personnal time)
  8. Hasilnya dibagi dengan hasil kali waktu kerja per hari dengan waktu penyelesaian kerja per bulan, kemudian hasil pembagian tersebut ditambah dengan prosentase absensi pegawai per bulan.  Hasil perhitungan akhir menunjukkan jumlah tenaga yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan
  9. Menentukan sumber tenaga yang diperlukan, baik sumber internal maupun eksternal
  10. Sumber internal : diperoleh dari penataran (Up grading), pemindahan (transfering), pengangkatan (Promoting). Lebih disukai karena memberi motivasi kepada pegawai namun kualifikasi sering tidak terpenuhi
  11. Sumber ekternal : berasal dari lamaran pribadi, organisasi karyawan, kantor penempatan tenaga, lembaga pendidikan, kursus, pesaing, migrasi. Kualifikasi tenaga yang sesuai sering ditemukan  dari sumber eksternal
  12. Menentukan metoda penarikan (recruitment) dan seleksi :
  13. Penarikan dilakukan dengan  menunggu lamaran, iklan, leasing, rekomendasi karyawan, lembaga pendidikan, serikat pekerja, internet
  14. Seleksi meliputi  wawancara pendahuluan, pengumpulan data, pengujian (tes tulis, praktik, integensi, kecakapan khusus),  wawancara mendalam, pemeriksaan referensi/prestasi, pemeriksaan kesehatan, mengambil keputusan (menentukan calon terbaik), orientasi

Rencana pemasaran

  1. Pemasaran adalah kegiatan meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen (probe), dalam menghasilkan barang dan jasa (product). Tujuan pemasaran adalah bagaimana agar barang dan jasa yang dihasilkan disukai, dibutuhkan, dan dibeli oleh konsumen.
  2. Konsep inti pemasaran : (1) Kebutuhan, keinginan, permintaan, (2) Produk dan jasa, (3) Nilai, kepuasan, mutu, (4) Pertukaran, transaksi, hubungan, (4)Pasar, pemasaran
  3. Kebutuhan (needs) adalah pernyataan dari perasaan kekurangan. Keinginan (wants)  adalah kebutuhan yang dibentuk oleh budaya dan kepribadian  seseorang dalam bentuk obyek yang akan memuaskan kebutuhan
  4. Permintaan (demads) adalah keinginan manusia yang didukung oleh daya beli. Manusia memiliki keinginan yang tak terbatas, tetapi memiliki sumber daya yang terbatas, sehingga akan memilih produk yang memberi nilai dan kepuasan terbesar dengan uang mereka.
  5. Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, dimiliki, digunakan atau dikonsumsi dan dapat  memuaskan keinginan atau kebutuhan
  6. Jasa adalah segala aktivitas atau manfaat yang dapat ditawarkan oleh suatu kelompok kepada yang lainnya yang pada dasarnya tidak nyata  dan tidak berakibat
  7. Nilai Pelanggan (Customer Value) adalah selisih manfaat yang diperoleh pelanggan dengan menggunakan suatu produk dengan biaya yang dikeluarkan untuk memperolehnya atau manfaat dikurangi biaya. Manfaat adalah perkiraan pelanggan tentang kemampuan produk untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan. Biaya (Cost) adalah pengorbanan untuk mendapatkan produk, baik waktu atau uang
  8. Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction) adalah tingkat perkiraan kinerja produk yang sesuai dengan harapan pembeli. Perbandingan kenyataan dengan  harapan, puas bila kenyataansama dengan harapan, sangat puas bila kenyataan lebih besar dibanding harapan,  dan kecewa bila kenyataanlebih kecil dibanding harapan
  9. Mutu adalah  sifat dan karakteristik total suatu produk/jasa yang berhubungan dengan kemampuannya memuaskan kebutuhan pelanggan.
  10. Pertukaran adalah tindakan untuk memperoleh obyek (produk) yang diharapkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai pengganti. Pemasaran terjadi saat manusia memutuskan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui pertukaran.Pertukaran terjadi bila (1) terdapat sedikitnya dua pihak, (2) Masing-masing pihak memiliki sesuatu yang berharga bagi pihak  lain, (3) Masing-masing pihak bebas menerima atau menolak tawaran pertukaran, (4) Kedua belah pihak dapat berkomunikasi dan menyerahkan barang
  11. Transaksi adalah perdagangan antara dua pihak yang melibatkan paling sedikit dua  bentuk nilai, persetujuan mengenai kondisi, waktu dan tempat
  12. Hubungan Pemasaran (Relationship Marketing) adalah proses menciptakan, memelihara dan meningkatkan hubungan timbal balik dengan pelanggan dan pihak lain yang berkepentingan
  13. Pasar adalah sekelompok pembeli aktual dan potensial dari suatu produk atau  jasa
  14. Pemasar adalah penjual yang memahami kebutuhan dan keinginan suatu pasar tertentu  dan memilih pasar yang paling dapat dilayani dengan baik
  15. Rencana pemasaran terdiri dari (1) Penentuan kebutuhan pasar, (2) Memilih pasar sasaran khusus yaitu pasar individu,  relung pasar, segmentasi, (3) Pemilihan strategi pasar, kaitan dengan marketing mix ( Product, price, promotion & place)
  16. Kegiatan pemasaran terdiri dari (1) Riset pemasaran, (2) Penetapan produk, (3) Penetapan harga, (3) Penginformasian, (4) Pendistribusian, (5)Pelayanan berkelanjutan

Rencana produksi

  1. Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke dalam pasar untuk diperhatikan, dimiliki, dipakai atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan.
  2. Tingkatan produk : (1) Manfaat inti (Core benefit) : jasa atau manfaat yang sesungguhnya dibeli pelanggan, contoh : hotel untuk tidur, (2) Produk Dasar (basic product) : mengubah manfaat produk menjadi produk dasar, contoh : kamar hotel ada tempat tidur, (3) Produk yang diharapkan (expected product) : atribut dan kondisi yang biasanya diharapkan dan disetujui pembeli ketika mereka membeli produk, contoh : tempat tidur yang bersih, (4) Produk yang ditingkatkan (augmented product :  untuk memenuhi keinginan pelanggan yang melampaui harapan, contoh: online cek-in, service of excellent, dan (5) Produk potensial (potential Product) :  mencakup semua peningkatan dan transformasi yang akhirnya akan dialami produk dimasa yang akan datang, contoh: Kamar suite
  3. Klasifikasi : barang yang terpakai habis, barang tahan lama, jasa, shopping goods, speciality goods, dan unsought goods
  4. Barang yang terpakai habis (non durable goods) : Barang yang berwujud yang biasanya dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan
  5. Barang tahan lama (Durable Goods) : Barang berwujud yang dapat digunakan beberapa kali
  6. Jasa (services) : Jasa bersifat tidak berwujud, tidak dapat dipisahkan, dan mudah habis.
  7. Shopping Goods : Barang konsumsi yang karakteristiknya dibandingkan berdasarkan kesesuaian, kualitas, harga, dan gaya dalam proses pemilihan dan pembeliannya, terdiri dari (a) Homogenous Shopping goods, serupa kualitasnya tetapi cukup berbeda harganya, (b) Heterogenous shopping goods, produk yang keistimewaannya  lebih penting dibanding dengan harganya
  8. Speciality Goods : barang konsumsi dengan karakteristik unik untuk sekelompok pembeli yang cukup besar dan bersedia  melakukan usaha khusus untuk membelinya
  9. Unsought Goods : barang konsumsi yang diketahui atau tidak diketahui konsumen  namun  secara normal konsumen tidak terpikir untuk membelinya.
  10. Barang produksi terdiri dari bahan baku dan suku cadang, barang modal, serta perlengkapan dan jasa bisnis
  11. Bahan baku dan suku cadang (material and parts) : barang  yang sepenuhnya masuk ke produk, meliputi (a) Bahan mentah terdiri dari produk pertanian (gandum, kapas, ternak, buah, sayuran) dan produk alam (ikan, kayu, bijih besi), dan (b) Bahan baku dan suku cadang pabrikan terdiri dari dua yaitu bahan baku komponen (benang, butir besi) dan suku cadang komponen (motor kecil, ban)
  12. Barang modal (capital Items) : barang  tahan lama yang memudahkan pengembangan dan atau pengelolaan produk akhir, terdiri dari (a) Instalasi terdiri dari bangunan misalkan pabrik, dan (b)  Peralatan meliputi peralatan dan perkakas pabrik yang dapat dibawa-bawa (perkakas pertukangan) dan peralatan kantor (komputer personal)
  13. Perlengkapan dan jasa bisnis : barang dan jasa yang tidak tahan lama yang membantu pengembangan / pengelolaan produk akhir, terdiri dari (a)  Perlengkapan operasi (pelumas, kertas, pensil) dan barang untuk pemeliharaan dan perbaikan (cat, paku), dan (b) Jasa bisnis  meliputi: pemeliharaan dan perbaikan (membersihkan jendela, perbaikan komputer) dan jasa konsultasi bisnis (konsultasi manajemen dan hukum).
  14. Merek (branding) harus mencerminkan sesuatu mengenai manfaat dan mutu produk, mudah diucapkan, harus terbedakan, mudah diterjemahkan dalam bahasa asing, dapat didaftarkan dan mendapatkan perlindungan hukum. Merek berupa nama individu, nama keluarga untuk semua produk, nama yang yang berbeda untuk masing-masing produk, nama dagang dikombinasikan dengan nama produk, menggunakan  merek yang sudah terkenal dari dua perusahaan berbeda.
  15. Pengemasan (Packaging) : aktivitas merancang dan membuat wadah atau pembungkus produk. Tingkatan pengemasan : (1)Kemasan primer yaitu wadah utama dari produk, (2) Kemasan sekunder yaitu kemasan yang dibuang ketika produk akan digunakan, (3) Kemasan pengiriman yang diperlukan untuk menyimpan, mengenali, dan mengirimkan produk.
  16. Label : (1) Label bisa hanya berupa tempelan sederhana pada produk atau gambar yang dirancang dengan rumit yang merupakan kesatuan dengan kemasan. Label berfungsi untguk mengidentifikasi merek, menentukan kelas, menjelaskan dan mempromosikan produk.